Jerman Unggul Atas Ukraina (2-0) Pada Matchday Grup C Euro 2016

                  

                   

Mendapat perlawanan sengit, Jerman berhasil menuai tiga poin dengan mengalahkan Ukraina 2-0 di matchday pertama Grup C Euro 2016, Senin (13/6) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa Tim Panser ke puncak klasemen, unggul jumlah gol dari Polandia di bawahnya.


Jerman mendominasi secara keseluruhan pertandingan berkat lini tengah yang superior. Namun bukan berarti Ukraina tak memperlihatkan perlawanan berarti.

Salah saru kesalahan Ukraina ialah terlalu memberi ruang untuk gelandang-gelandang Jerman dalam memperlihatkan umpan menusuk ke kotak penalti, karenanya mereka harus berkali-kali menahan serangan berbahaya Jerman.


Agak kewalahan Ukraina menahan serangan Jerman yang bertubi-tubi, tetapi tim Panzer juga kesulitan mencetak gol, lini depan Jerman kerap membuang kesempatan. Namun, di menit 19 Jerman berhasil mencetak gol lewat sundulan Mustafi yang memanfaatkan tendangan bebas Kroos.


Setelah gol ini Ukraina mulai lebih ulet menyerang dan coba menekan Jerman. Peluang paling baik mereka tiba pada menit 38 saat Yarmolenko mengirim umpan kepada Konoplyanka di tiang jauh. Namun, bola yang sudah melewati Neuer itu sanggup diselamatkan Boateng sebelum melewati garis gawang.

Sebelumnya, Ukraina juga menerima peluang emas dari sepak pojok. Tandukan keras Kacheridi mengarah sempurna ke gawang, namun respon Neuer sangat baik dan berhasil menepis bola.


Setelah dua peluang emas tersebut, Ukraina kembali menciptakan stadion bersorak sorai alasannya berhasil memasukkan bola ke gawang Neuer. Umpan Konoplyanka ke Fedetskiy menciptakan bola sedikit liar di depan kotak penalti dan Fedetskiy yang menerima bola pribadi menendangnya ke gawang. Namun, gol dianulir wasit alasannya Fedetskiy terlebih dahulu terjebak offside.

Di babak kedua masih sama, Jerman masih saja mendikte permainan, mereka unggul di lini tengah, tetapi tetap saja masih kesulitan dalam melaksanakan finishing. Beberapa kali ancaman tiba dari lini tegah menyerupai Khedira dan Kroos alasannya ketajaman Gotze memang masih kurang di sini.



Jorge Lorenzo Bersama Tim Barunya Ducati


Kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati sudah dinantikan banyak pihak terutama bagi para penggemarnya.

X-Fuera dipastikan hijrah ke motor pabrikan Italia itu pada ekspresi dominan 2017, ia akan menjadi rival Valentino Rossi.


Bagi mantan pebalap tersukses Ducati Corse, Casey Stoner langkah Lorenzo sangat tepat.  
Stoner bahkan tidak ragu memberi kebanggaan dan yakin rider asal Spanyol itu akan menjadi favorit juara ekspresi dominan depan bersama Ducati.

"Musim depan aku percaya Lorenzo favorit menjadi juara dunia. Marc Marquez dengan gelar berturut-turut bukan jaminan dan Rossi memenangi GP Catalunya," ujar Stoner.


Sang juara dunia ekspresi dominan 2015 tersebut masih berada diuratan kedua klasemen sementara MotoGP 2016.

Posisi pertama dimiliki pebalap Repsol Honda, Marc Marquez yang mengoleksi 125 poin, Lorenzo 115 poin, dan diikuti Rossi dengan 103 angka.

Kemenangan Italia Atas Belgia (2-0) Di Stadion Parc Olimpique Lyonais

                   
                    

Italia berhasil menaklukkan tim favorit Belgia 2-0 di Stadion Parc Olimpique Lyonais, Decines Charpieu, Selasa (14/6) dini hari WIB. Gol indah Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle memastikan tiga poin untuk Azzurri di tabrak pembuka ini.


Sejak pertandingan dimulai kedua tim bermain dengan tempo yang sangat cepat. Belgia tampak lebih lebih banyak didominasi di lini tengah, namun Italia bisa membuat peluang berbahaya dari umpan-umpan pribadi mereka.

Belgia beberapa kali mencoba untuk menerobos pertahanan Italia yang sangat disiplin, namun mereka lebih sering tidak boleh sehingga banyak melaksanakan sepakan dari luar kotak penalti. Salah satu peluang emas Belgia ada sepakan keras Nainggolan pada menit 11, namun Buffon bisa membacanya dengan baik.


Tempo pertandingan sempat melambat, Belgia mencoba untuk bermain lebih sabar, tetapi itu tidak kuat pada Italia, mereka tetap bermain dengan cara mereka dengan bola-bola panjang.

Pada menit 32 Italia berhasil memimpin lewat gol Giaccherini. Umpan tendangan bebas cepat Bonucci mengarah ke kotak penalti dan menyerupai tidak siap Alderweireld gagal menyundul umpan sehingga dengan gampang diterima Giaccherini dan ia berhasil menaklukkan Courtois.

Di babak kedua permainan Italia tampak tak berubah, hanya saja mereka lebih berbahaya sebab tahu di mana celah pertahanan Belgia. Italia pun banyak memfokuskan serangan dari sisi kanan. Terbukti, banyak ancaman yang mereka ciptakan dari sisi ini.


Namun, Belgia juga bermain semakin baik, merek tahu kalau dengan serangan biasa pertahanan Italia tak tertembus, jadi serangan balik cepat harus diutamakan. Cara ini cukup sukses, Lukaku menerima peluang emas dari umpan De Bruyne, sayang striker Everton ini gagal walau mencetak gol walau sudah satu lawan satu dengan Buffon, sepakannya melebar ke kanan gawang.

Belgia terus menggempur pertahanan Italia, namun mereka tampak buntu menghadapi solidnya pasukan lini belakang Conte di tambah penampilan Buffon yang luar biasa. Sedangkan Italia memanfaatkan serangan balik cepat.


Belgia juga sempat menerima peluang emas pada menit 82 dari Divock Origi yang menggantikan Lukaku di menit 75, sayang sundulannya tipis melewati mistar gawang.


Bek-bek Italia tampak sudah mulai kelelahan menahan gempuran Belgia, Bonucci dan Chiellini terpaksa menerima kartu kuning sebab menghentikan pergerakan winger-winger cepat Belgia, bahkan Eder juga melaksanakan hal yang sama.


Saat mengejar ketertinggalan Belgia harus menelan pil pahit sebab Pelle berhasil memalsukan gol Italia. Melalui bagan serangan cepat, Immobilei menunjukkan bola kepada Candreva yang tak terjaga kemudian ia menunjukkan umpan silang ke Pelle di tengah kotak penalti, tanpa ragu Pelle pribadi melaksanakan first time keras.


Tak usang sehabis gol Pelle wasit pun meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, taktik Italia benar-benar berhasil pada pertandingan ini dan bisa memanfaatkan kelemahan Belgia.